Menu2

Gagal mengacak jadwal

Hal berikut ini perlu diperhatikan agar Pengcakan jadwal otomatis dapat selesai 100%

Pertama menggunakan software Asc atau FET menjajikan kecepatan dan kenyamanan dalam menyusun jadwal pelajaran. Tapi  gagal terus, akhirnya tetap manual menggunakan excel.

Jangan putus asa mencoba, jika anda sudah paham cara kerja Asc atau FET, begitu nyaman untuk membuat jadwal pelajaran, atau mengganti jadwal pelajaran sewaktu waktu karena ada perubahan pembagian tugas. Ada teman saya yang belajar 2 hari saja kerumah dengan jurus jurus yang tepat, sekarang beliau sudah bisa berkata dalam bahasanya " A mbok seminggu ganti ping telu , siap" ( Seminggu ganti sampai 3 kali pun siap )

Kalau anda mencoba menyusun jadwal tetapi gagal , coba cek kembali.Apakah semua data sudah dimasukkan dengan  benar, Jika sudah benar semua harusnya jadwal dapat tersusun secara otomatis. Tetapi kok gagal terus , berikut ini beberapa kemungkinan penyebabnya :

1. Jumlah jam harian genap tetapi pembagian tugas per guru ganjil, atau jumlah jam harian ganjil tetapi pembagian tugas per guru genap . Contoh jam tatap muka senin sampai sabtu untuk Kur KTSP SMP , 6,7,7,7,4,5. Hari hari memiliki jam yang ganjil, tetapi and menginput data dalam Asc seperti apa adanya Agama 2, IPS 4, IPA 4, Matematika 4 , Bahasa Indonesia 4 dll. Tentu jadwal tidak akan tersusun. solusinya harus ada mapel lain yang dipecah menjadi ganjil.
Begitu juga untuk KUR 2013 SMP, dimana jam mapelnya banyak yang berdurasi 3, tetapi jam hariannya 8.
      Jika jam harian seperti Kur KTSP SMP di atas yang jam hariannya 6,7,7,7,4,5, maka harus  ada jam ganjil sebanyak 4. Maka ada 2 mapel yang harus dipecah perkelasnya. Usahakan yang dipecah mapel yang memungkinkan dipecah sepereti IPS, Bahasa Indonesia, yang jamnya 4 menjadi 4+1+1.
Dari beberapa orang yang mencoba membuat jadwal dengan Asc atau FET, ternyata ini merupakan penyebab gagal dalam menyusun jadwal secara otomatis.

2. Terlalu banyak memenuhi permintaan guru (hari-jam).
Contoh Ekstrimnya : semua guru mengajar pagi semua, atau sebagian besar guru minta kosong pada hari sabtu. Tentu jadwal tidak akan bisa tersusun.
Untunglah sekarang guru sudah masuk tiap hari dari jam 7.00 sampai 14.00, jadi permintaan guru sudah berkurang.
Permintaan guru yang sebaiknya dipenuhi antara lain :
- Olah raga di jam-jam pagi
- Guru matematika maksimal mengajar 6 jam per hari
- Guru GTT hanya mengajar pada hari tertentu saja.
- Guru yang sedang kuliah S1/S2 kosong pada hari tertentu
permintaan yang lain tidak harus dipenuhi. Tapi jika memungkinkan lebih baik dipenuhi.

3. Ruang-ruang Lab. yang digunakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rombel.
 Ruang lab yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi semua rombel.
- Contoh  :
Suatu SMP dengan 21 rombel memiliki 1 Lab. Komputer, Mata pelajaran TIK di ajar 2 guru, menghendaki semua KBM TIK di Lab. Komputer. Bisakah ? Tentu tidak. Karena Lab membutuhkan 21 x 2 jam = 42 jam, jam KBM hanya sekitar 34-36 jam .
Solusinya agar jadwal dapat tersusun , 3 kelas tidak dimasukkan dalam penggunaan Lab. Komputer.  Pilih tiga kelas tersebut yang kira-kira yang tidak terlalu terganggu, mis. kelas yang sudah ada infokusnya, atau kelas kelas yang masih teori saja misal kelas 7.

 Kondisi yang lebih rumit adalah di SMK dengan berbagai jurusan, dengan mapel mapel produktif yang harus dilaksanakan di lab. Yang lebih menyulitkan adalah durasi mapel produktif yang lebih panjang misal 6 - 10  jam . Pembuat jadwal merancang dulu pola durasi penggunaan masing masing  lab . Setelah ditemukan potongan potongan durasi tatap muka penggunaan lab, baru potongan potongan itu sebagai acuan dalam memasukkan data pembelajaran tiap guru yang menggunakan lab. Jika hal ini tidak dilakukan , penyusunan jadwal untuk SMK sulit terselesaikan.


4. Slot waktu tidak cukup. 
Pada FET time tables, anda akan diberitahu jika slot yang tersedia tidak cukup. Namun Asc tidak memberitahu jika slot tidak cukup, se

Sebagai contoh, pada akhir tahun biasanya ada tambahan jam mengajar. untuk siswa kelas 9 atau 12, guru kelas  7, 8 SMP, 10,11 SMA memberi tambahan untuk kelas 9 , 12. Kebetulan ada selisih jam kelas antara kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 yang lebih banyak jamnya.

Dikurikulum KTSP SMP jam kelas rata-rata 34 sudah termasuk mulok, sehingga sampai jam ke 6 saja sudah mencukupi. Jadwal  akan dibuat agar guru kelas 7,8 ,10,11 hanya mengajar sampai jam ke 6 di kelas 7,8,10,11 dan jam ke 7,8 memberi jam tambahan di kelas 9, 12.

Jika total jam guru akan memberi jam tambahan yang mengajar dikelas 7,8,10,11 lebih besar dari jumlah kelas kali 6 (maks jam ke 6) tentu jadwal tidak akan disa tersusun. Solusinya kurangi jam mengajar guru di kelas 7,8,10,11 sampai totalnya lebih kecil dari slot waktu yang tersedia.   Atau tentukan satu atau dua hari (tergantung slot waktu yang diperlukan) saja yang mengajar sampai jam ke 6 dan biarkan pada hari yang lainnya tetap dipasang jamnya di kelas 7,8,10,11.

2 comments:

  1. Pak Eka. Penjelasan tutorial sebelumnya sangat bagus, akan tetapi ada hal yang saya ingin ditanyakan. Kebetulan saya sedang ingin membuat jadwal untuk mahasiswa yang secara fisik tidak memiliki ruangan kelas resmi (istilahnya kelas dinamik). Kira-kira bagaimana cara membuatnya. Studi kasus penjadwalan matakuliah di kampus yang mana tiap hari ruang kelas selalu berubah. Jadi kelas siswa (misal kelas 1A) memiliki ruangan yang berbeda tiap harinya dengan mata kuliah dan dosen yang berbeda. Kira-kira bagaimana pengaturan awalnya. Terimakasih atas jawabannya...

    ReplyDelete
  2. Baru satu kali saya menggunakan pengaturan seperti ini, karena di SMP dan SMA umumnya siswa memiliki ruang kelas sendiri sendiri, jadi pengaturan ruang diabaikan.
    Kira-kira begini,
    Pertama, Buat daftar Gedung dan Ruangnya yang akan digunakan. Buat dulu daftar Gedung jika memiliki beberapa Gedung, kemudian buat daftar ruang di masing masing gedung.
    Hal lain tetap sama , seperti memasukkan data dosen, data rombel, kegiatan dan lainnya.
    Kedua lakukan pengaturan tempat , bisa berdasar Rombel, Mata Kuliah atau berdasar Dosen atau yang paling detail berdasar kegiatan.
    Mungkin yang paling sederhana berdasar Rombel (kelompok belajar). Buat daftar pengaturan ruang berdasar rombel.
    Klik Data, Batasan Tempat, Siswa, Pilih Kelas Paralel mempunyai beberapa ruang khusus. Atur Ruang ruang yang digunakan pada masing masing rombel.

    Jika berdasar kegiatan dengan Klik Data, Batasan Tempat, Siswa, Pilih Kegiatan dengan beberapa Ruang beberapa ruang tertentu.
    Buat daftar kegiatan dan beberapa ruang yang digunakannya, lakukan pengaturan ruang untuk masing-masing kegiatan. Tapi untuk perkuliahan kegiatan terlalu banyak mengatur. Saya rasa untuk perkuliahan cocok berdasar Rombel saja.


    ReplyDelete